Laman

Jumat, 23 September 2011

Laporan Praktikum Fisika Pelayangan


LANDASAN TEORI

  1. Pengertian
Pelayangan adalah perbedaan frekuensi dua sumber yang kecil.
Pelayangan adalah peristiwa perubahan frekuensi bunyi yang berubah ubah dengan tajam karena ada dua sumber bunyi dengan perbedaan frekuensi yang kecil. Berarti pelayangan terjadi jika perbedaan frekuensi kedua sumbernya kecil. Perbedaan frekuensi atau frekuensi pelayangan itu memenuhi hubungan berikut.

  1. Rumus
 

∆f = f2 – f1
 


f = n ayunan
detik
 

fL =     l
            f

Keterangan :
f : frekuensi
f1 : frekuensi pertama
f2 : frekuensi ke dua
∆f : selisih frekuensi
fL : frekuensi layangan
l : panjang tali




PELAYANGAN
A.    Tujuan
1.      Memperlihatkan terjadinya layangan.
2.      Menentukan hubungan frekuensi layangan dengan masing-masing getaran yang menyebabkan layangan itu.
B.     Alat
1.      Plat baja (gergaji besi)
2.      2 bandul yang sama
3.      Benang
4.      Statip dan klem
5.      Stopwatch
C.     Kegiatan

 














1.      Pasanglah alat-alat seperti pada gambar
2.      Tentukan dengan stopwatch frekuensi ayunan per menit dari masing-masing ayunan P1 dan P2
Untuk P1 : f1 = 42,85 Hz / menit
Untuk P2 : f2 = 40 / menit
3.      Ketika menentukan f2 angkat P2 sedikit hingga l2 kendor
4.      Tentukan waktu untuk melakukan 20 ayunan penuh, misal t detik maka f1 =  60X20 ayunan/menit.
    t
 Demikian pula menentukan f2 dengan cara yang sama.
5.      Sekarang P1 dan P2 diayunkan secara bersama-sama. Mula-mula P1 dan P2 diberi simpangan yang sama besar 10cm dari sikap setimbangnya, dengan arah yang sama, kemudian serentak delepaskan. Kedua ayunan (= getaran) dari P1 dan P2 mengadakan interfensi, yaitu bersama-sama mempengaruhi plat baja. Perhatikan gerak (getar) titik ujung A yang memperlihatkan hasil interfensi tersebut.
Jelaskan gerak ujung A yang nampak olehmu? Pada saat bersamaan ayunan mencapai maksimum, ketika berlawanan simpangan mencapai minimum. (3)
Apa yang dapat anda ketahui tentang fase-fase getar P1 dan P2 (getaran komponen) pada saat :
·         Amplitudo getar A maksimum (kedua getar komponen saling memperkuat).
Pada saat P1 dan P2 bergerak bersamaan. (4)
·         Amplitudo getar A minimum (kedua getar komponen saling memperkuat).
Pada saat P1 dan P2 bergerak beelawanan. (5)
6.      Terjadinya perubahan amplitudo (maksimum dan minimum) secara periodik akibat 2 getar komponen disebut peristiwa layangan.
7.      Hitunglah frekuensi layangan pada percobaan diatas
Petunjuk : Periode Layangan = waktu dari maksimum ke maksimum berikut.
                                                  = waktu dari minimum ke minimum berikut.
                  Catatlah lamanya 2 periode layangan, yaitu waktu dari terjadinya maksimum pertama (pada saat ini kedua ayunan sermpak) hingga maksimum ketiga, misal selama t detik maka periode ayunan = t/2 detik atau t/120 menit dan frekuensi ayunannya (kebalikan dari periode) =  120/t layangan per menit.
Pada percobaan ini frekuensi layangan, f = 120/30 = 4  Hz layangan / menit
8.      Ulangi kegiatan tersebut di atas dengan menggunakan beban-beban yang sama tetapi panjang ayunan 60 cm dan 70 cm.
Frekuensi-frekuensi ayunan adalah : 36,92 Hz / menit
                                                              Dan 33,8 Hz / menit
Hitunglah frekuensi layangan yang terjadi pada kegiatan itu.
Frekuensi layangan sekarang : 3 Hz layangan/menit
9.      Dapatkah anda menyimpulkan hubungan antara frekuensi layangan dengan frekuensi masing-masing getar komponen dari data=data dalam tabel berikut?
∆f = 3,12 Hz    fL = 3 Hz      (10)
Atau dapat dirumuskan :
                                  Flayangan =  fL dengan ∆f menjauhi       (11)
10.  Percobaan tersebut diatas merupakan model/simulasi peristiwa layangan yang terjadi (terdengar) jika kita dengarkan bersama-sama dua sumber bunyi yang frekuensinya berbeda sedikit.
Dalam model/situasi ini plat besi diumpamakan sebagai frekuensi pendengar (fr)
Dan kedua ayunan sebagai frekuensi sumber bunyi (fr)
Yang mengadakan interfensi dan mengakibatkan terjadinya layangan.
11.  Isikan dalam tabel hasil-hasil percobaan 1 dan 2
No percobaan
Frekuensi ayunan 1 f1 (get/mnt)
Frekuensi ayunan 2 f2 (get/mnt)
f1 – f2 (get/mnt)
Frekuensi layangan (layangan.menit)
1
42,86
40
2,86
4
2
36,92
33,8
3,12
3










KESIMPULAN

1.      Terjadinya layangan pada dua benda yang diikat diujung tali sebanyak dua.
2.      Pada saat P1 dan P2 bergerak bersamaan, amplitudo getar A maksimum sedangkan pada saat P1 dan P2 bergerak berlawanan, amplitudo getar A minimum.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar